Diare didefinisikan sebagai penyakit infeksi pada pencernaan yang sering menyerang anak usia sekolah, termasuk di masyarakat pesisir. Dalam hal diare, cuci tangan berperan penting. Sanitasi di wilayah pesisir sendiri sering kali gagal memenuhi dan menghambat aktivitas tangan setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi praktik tangan pakai sabun dan insiden di kalangan anak usia sekolah di pesisir Pekanbaru. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional dan cross-sectional. Ukuran sampel adalah 227 responden, dan teknik stratified sampling digunakan pada awalnya. Kriteria yang dipertimbangkan adalah siswa kelas V dan VI SD yang berlokasi di pesisir pantai Pekanbaru (yaitu, wilayah kerja Puskesmas Umban Sari). Analisis yang digunakan adalah uji eksak Fisher. Penelitian ini menemukan bahwa 26 anak (11,5%) memiliki buruk tangan pakai sabun dan 29 anak (12,8%) sebelumnya pernah mengalami diare selama tiga bulan. Hasil uji eksak Fisher menunjukkan adanya hubungan antara cuci tangan pakai sabun dengan kejadian yang terjadi pada anak usia sekolah di Pekanbaru Pesisir (nilai p (0,001) < α (0,05)). Aktivitas sehari-hari anak sekolah di Pesisir Pekanbaru berhubungan dengan cuci tangan pakai sabun dan diharapkan untuk lembaga terkait memfasilitasi nya.
Copyrights © 2024