Penelitian ini membahas tentang campur kode yang dibagi 2 kategori : a. bersumber dari asal-usul resapanya, yaitu campur kode kedalam, campur kode ke luar, dan campur kode campuran, b. bersumber tinggkat alat kebahasaan, yaitu campur kode kata, campur kode frasa, dan campur kode klausa. Pengkajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif. Hasil pengkajian ini membuktikan maka dalam novel “Azzamine” karya Sophie Aulia, diperoleh 75 kasus campur kode dalam bentuk kata dan frasa. Rincianya adalah 7 data Bahasa Sunda (6 kata beserta 1 frasa), 1 data Bahasa Jawa (1 kata), 51 data Bahasa Inggris (33 kata beserta 18 frasa), 15 data Bahasa Arab (12 kata beserta 13 frasa), dan 1 data Bahasa Korea (1kata). Campur kode yang paling dominan adalah campur kode antara Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dengan Bahasa arab, dan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Korea. Dominasi penggunaan Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Korea ini disebabkan oleh penulis yang menyesuaikan diri dengan perkembangan remaja saat ini.
Copyrights © 2024