Penelitian ini berfokus pada analisis campur kode dalam novel STMJ karya Eve Natka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan metode pustaka. Data penelitian diperoleh dari novel STMJ dan sumber lain yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis campur kode dalam novel STMJ, yaitu campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Campur kode ke dalam terjadi ketika bahasa lain disisipkan ke dalam bahasa Indonesia, sedangkan campur kode ke luar terjadi ketika bahasa Indonesia disisipkan ke dalam bahasa lain. Campur kode dalam novel STMJ dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan mencampurkan kata, frasa, dan klausa. Campur kode kata dan frasa lebih sering digunakan daripada campur kode klausa. Bahasa yang paling sering digunakan untuk campur kode adalah bahasa Inggris, diikuti oleh bahasa Batak. Penggunaan campur kode dalam novel STMJ memiliki beberapa fungsi, yaitu untuk menunjukkan identitas penutur, untuk mengekspresikan emosi, untuk memperkuat makna, untuk menciptakan humor, dan untuk menunjukkan kedekatan antar penutur.
Copyrights © 2024