Novel “Yang Fana Itu Waktu” karya Sapardi Djoko Damono sebagai penutup Trilogi Hujan Juni menyajikan kisah cinta Pingkan dan Sarwono yang diwarnai perpisahan, penantian, dan reuni. Di balik kisah romantis tersebut terdapat fenomena menarik dalam penggunaan bahasa, yaitu campur kode. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena campur kode dalam novel “What is Mortal is Time”. Tujuan nya adalah untuk menganalisis jenis-jenis campur kode yang digunakan dalam novel, mengidentifikasi fungsi campur kode dalam konteks novel, menafsirkan makna campur kode dalam kaitannya dengan hubungan kebahasaan, identitas dan makna dalam novel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks. Dari data yang disajikan, peneliti memperoleh 26 kata dalam bahasa Jawa dan 3 kata dalam bahasa Batak, di luar 7 kata dalam bahasa Jepang dan 14 kata dalam bahasa Inggris.
Copyrights © 2024