Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi, baik dalam hal proses maupun konten, terhadap peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills, HOTS) siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen, yaitu one group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri dari empat kelas siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lebak Wangi yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan proporsi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Instrumen pengumpulan data meliputi tes kemampuan HOTS dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu jalur dan analisis N-Gain untuk mengukur perbedaan dan efektivitas metode pembelajaran berdiferensiasi. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi proses memiliki pengaruh yang cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan HOTS siswa. Sebaliknya, penerapan pembelajaran berdiferensiasi konten memiliki pengaruh yang kurang efektif terhadap peningkatan HOTS siswa. Selain itu, penerapan kombinasi pembelajaran berdiferensiasi konten dan proses secara bersamaan juga menunjukkan pengaruh yang kurang efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Copyrights © 2024