Pembelajaran IPA di sekolah dasar masih didominasi metode konvensional yang kurang melibatkan siswa aktif, sehingga literasi sains, berpikir kritis, dan pemecahan masalah masih rendah. Hasil belajar IPA siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Banjar juga rendah, dengan hanya 28,78% mencapai KKTP. Penelitian ini menguji pengaruh model Group Investigation terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari abilitas akademik siswa kelas V Semester II di Gugus IV Kecamatan Banjar. Penelitian quasi eksperimen ini menggunakan desain faktorial 2x2, dengan populasi 139 siswa dan sampel 95 siswa yang dipilih secara random sampling. Data dianalisis dengan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Group Investigation meningkatkan hasil belajar IPA secara signifikan dibandingkan metode konvensional, dengan interaksi antara model pembelajaran dan abilitas akademik. Siswa berabilitas tinggi lebih unggul pada Group Investigation, sementara siswa berabilitas rendah lebih baik dengan model konvensional.
Copyrights © 2025