Kawasan Asia Tenggara menghadapi berbagai konflik kompleks yang melibatkan aktor negara maupun non-negara, khususnya konflik internal di Myanmar selama periode 2018-2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi oleh ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPR) dalam upaya penyelesaian konflik tersebut. Populasi pada penelitian adalah berbagai artikel ilmiah yang tersaji diinterntet. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis digunakan untuk mengkaji artikel yang didapat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan mandat AIPR serta hambatan struktural internal dan eksternal menjadi kendala utama dalam efektivitas penyelesaian konflik di Myanmar. Studi ini memberikan kontribusi pada pemahaman peran institusi regional dalam manajemen konflik serta menawarkan rekomendasi strategis untuk memperkuat kapasitas AIPR ke depan.
Copyrights © 2025