Problematika dalam integrasi literasi fisiologi hewan dalam kurikulum sekolah berfokus pada beberapa kendala utama. Pertama, keterbatasan fasilitas dan sumber daya menjadi penghalang bagi banyak sekolah, khususnya yang berada di daerah atau dengan anggaran terbatas. Banyak sekolah belum memiliki laboratorium yang memadai atau akses ke teknologi pembelajaran interaktif yang diperlukan untuk mendalami fisiologi hewan secara praktis. Kedua, keterbatasan pelatihan bagi guru dalam memahami dan mengajarkan topik-topik fisiologi hewan mengurangi efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research atau penelitian kepustakaan. Sumber data utama penelitian ini terdiri dari artikel jurnal ilmiah dan laporan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 1). Bentuk integrasi literasi fisiologi hewan dalam kurikulum sekolah adalah literasi fisiologi hewan dapat diintegrasikan melalui metode pembelajaran berbasis proyek dan modul sains yang berfokus pada observasi langsung dan contoh nyata, seperti studi sistem tubuh hewan, untuk meningkatkan ketertarikan siswa pada sains. 2). Strategi mengintegrasikan literasi fisiologi hewan dalam kurikulum sekolah adalah mencakup kolaborasi dengan kebun binatang atau pusat penelitian, penggunaan teknologi interaktif, dan pelatihan guru. Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan bagi siswa. 3). Tantangan mengintegrasikan literasi fisiologi hewan dalam kurikulum sekolah mencakup keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru, dan waktu kurikulum yang padat. Solusi yang disarankan termasuk kolaborasi dengan institusi eksternal untuk memperkaya pembelajaran tanpa menambah beban biaya besar.
Copyrights © 2024