Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Diagnosis laboratorium merupakan tahapan yang penting agar penderita segera mendapatkan pengobatan. Pewarnaan BTA masih menjadi pemeriksaan yang paling banyak dilakukan dikarenakan mudah cepat dan efektif. Gold standard untuk menegakkan diagnosis dengan pemeriksaan kultur. Kultur Mycobacterium tuberculosis relatif mahal dan membutuhkan waktu yang lama, maka diupayakan tersedia media kultur yang relatif lebih murah dan mudah didapat. Media jagung pulut merupakan media yang memungkinkan pertumbuhan sebagian besar organisme. Dengan penambahan telur pada Media jagung pulut mendukung pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan koloni Mycobacterium tuberculosis pada media jagung pulut yang ditambahkan telur dan gula dibandingkan dengan Lowenstein Jensen. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan koloni Mycobacterium tuberculosis pada Media jagung pulut dan media Lowenstein Jensen dapat digunakan sebagai media pertumbuhan. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney, hasil uji menunjukan terdapat perbedaan jumlah koloni Mycobacterium tuberculosis pada jagung pulut dan Lowenstein Jensen, dengan nilai probabilitas sig (2-tailed) yaitu 0,0001 0.05 dimana nilai rata-rata media stein Jensen lebih besar (2,73) di dibandingkan media uji (0,8-1,2)
Copyrights © 2023