Pendahuluan: Karena hipertensi membunuh secara diam-diam, terapinya terlambat. Menurut data WHO, 25% pasien hipertensi mendapatkan terapi, tetapi hanya 12,5% yang mendapatkan pengobatan yang efektif. Hipertensi mempengaruhi 1 miliar orang di seluruh dunia, dua pertiganya tinggal di negara-negara miskin. Penelitian ini mengkaji ketepatan pemberian obat antihipertensi pada pasien rawat jalan berdasarkan Joint National Committee (JNC)8 dan proporsi pemberian obat hipertensi dengan dan tanpa penyakit penyerta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan Cross Sectional. Hasil: Jumlah pasien hipertensi ialah 243 pasien diantaranya adalah hipertensi dengan DM tanpa CKD sebanyak 73 (30%) dan penelitian ini memperoleh persentase ketepatan dosis sebanyak 68% dan tidak tepat dosis 32%. Kesimpulan: penelitian ini menunjukan adanya ketidaktepatan terhadap pemberian obat hipertensi.
Copyrights © 2024