Bahasa Indonesia baku merupakan bahasa persatuan yang memegang peran penting dalam komunikasi formal dan pelestarian budaya. Namun, pengaruh teknologi dan media sosial telah mempopulerkan penggunaan bahasa slang, khususnya di kalangan mahasiswa, yang menyebabkan kekhawatiran terhadap kelestarian bahasa baku dan bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak bahasa slang terhadap penggunaan bahasa baku dan bahasa daerah di UPN Veteran Jawa Timur, serta faktor-faktor yang mendorong penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur kepada mahasiswa yang dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola dan isu utama terkait penggunaan bahasa slang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa slang dominan dalam interaksi sosial mahasiswa karena sifatnya yang santai dan inklusif. Namun, penggunaannya yang berlebihan dalam konteks formal cenderung melemahkan kualitas komunikasi akademis dan mengurangi penghormatan terhadap bahasa baku. Selain itu, bahasa daerah semakin jarang digunakan, yang mengancam pelestarian identitas budaya lokal. Kesimpulannya, meskipun bahasa slang memiliki manfaat dalam membangun hubungan sosial, penggunaannya memerlukan keseimbangan agar tidak mengorbankan fungsi bahasa baku dan bahasa daerah. Diperlukan langkah konkret untuk mendorong kesadaran mahasiswa dalam menggunakan bahasa sesuai konteks.
Copyrights © 2024