Nyeri menstruasi atau Dismenore merupakan nyeri saat haid biasanya diartikan sebagai sensasi nyeri, kram pada perut bagian bawah dan sering disertai gejala lain seperti berkeringat, sakit kepala, mual, muntah, diare, bahkan sampai gemetar. Hampir seluruh perempuan pernah mengalami ketidaknyamanan selama masa menstruasi. Kondisi ini umum terjadi terjadi pada wanita, khususnya remaja putri dan dapat berdampak pada aktivitas serta kesehatan mereka jika tidak ditangani dengan cara yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara edukasi yang dimiliki remaja putri dengan perilaku swamedikasi dalam mengatasi nyeri menstruasi (dismenore). Metode yang digunakan dalam studi literature review ini adalah dengan memperoleh dari jurnal yaitu melalui google scholar, web garuda, siencedirect, pubmed dan wiley online library. Rentang waktu yang digunakan pada tahun 2020 sampai 2025. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara edukasi dengan perilaku swamedikasi remaja putri dalam menangani nyeri menstruasi atau dismenore. Dapat disimpulkan bahwa edukasi berpengaruh signifikan terhadap perilaku swamedikasi remaja putri dalam menangani dismenore. Semakin baik pengetahuan, semakin besar kecenderungan melakukan swamedikasi yang bijak.
Copyrights © 2025