Kompleks vanadium telah menarik perhatian luas dalam penelitian medis karena sifat biologisnya yang menjanjikan sebagai agen terapeutik. Kompleks ini menunjukkan aktivitas farmakologis yang beragam, termasuk antidiabetik, antikanker, antivirus, antiinflamasi, antibakteri, dan neuroprotektif. Mekanisme kerja terapeutiknya melibatkan modulasi jalur sinyal seluler, penghambatan enzim spesifik, induksi apoptosis, serta pengurangan spesies oksigen reaktif (ROS). Sebagai agen antidiabetik, vanadium meningkatkan sensitivitas insulin dan menghambat enzim glukosa-6-fosfatase. Dalam terapi kanker, kompleks vanadium menginduksi apoptosis dan menghambat proliferasi sel tumor melalui jalur MAPK dan NF-κB. Kemampuannya untuk menghambat replikasi virus dan merusak struktur bakteri menunjukkan potensinya sebagai agen antivirus dan antibakteri. Selain itu, kompleks vanadium menekan peradangan dengan memodulasi sitokin proinflamasi serta memberikan perlindungan neuroprotektif terhadap stres oksidatif. Dengan toksisitas yang dapat dikelola melalui modifikasi kimia, kompleks vanadium menawarkan peluang besar dalam terapi multidimensi, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk aplikasi klinis yang aman dan efektif.
Copyrights © 2025