Studi ini mengkaji secara komparatif pandangan epistemologis Martin Heidegger, seorang filsuf eksistensialisme Barat, dan Nadim Al-Jisr, seorang pemikir Islam modern dari Lebanon, melalui pendekatan filsafat ilmu. Heidegger, dengan konsep “ada” (Sein) dan “Dasein”-nya, memperkenalkan pendekatan ontologis dalam epistemologi yang bersifat fenomenologis dan eksistensial. Di sisi lain, Al-Jisr menghadirkan epistemologi yang berakar dari nilai-nilai Islam, yang menempatkan wahyu, akal, dan intuisi spiritual (dzauq) sebagai sumber pengetahuan. Studi ini bertujuan menelusuri titik temu maupun perbedaan mendasar antara keduanya dalam memahami realitas, subjek-objek pengetahuan, serta metode epistemik. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun berasal dari konteks tradisi yang berbeda, keduanya menawarkan kritik terhadap positivisme dan rasionalisme modern serta membuka jalan bagi pendekatan epistemologi yang lebih ontologis dan transendental.
Copyrights © 2023