Laporan kasus ini menyajikan penggunaan jahitan intradermal kontinyu yang pertama kali digunakan di Indonesia untuk mengobati abses kulit pasca ovariohisterektomi pada kucing muda, dengan penggantian antibiotik. Seekor kucing betina berumur 6 bulan, K (2,5 kg), mengalami abses kulit setelah ovariohisterektomi. Amoksisilin trihidrat (15 mg/kg setiap 12 jam) diberikan secara oral untuk terapi antimikroba pasca operasi. Pada hari ke 9, pemeriksaan fisik menunjukkan pembengkakan pada lokasi sayatan yang dijahit, suhu rektal meningkat (39,9°C), dan ekspresi meringis. Terapi antibiotik dilanjutkan dengan injeksi amoksisilin kerja panjang subkutan (15 mg/kg). Namun, pada hari ke 18, pemilik melaporkan keluar cairan bernanah dari area yang bengkak. Setelah pemeriksaan ulang, rejimen antibiotik disesuaikan dengan mengganti amoksisilin trihidrat dengan sefadroksil (35 mg/kg setiap 24 jam, per oral). Pada hari ke 21, penyembuhan yang signifikan terlihat dengan penurunan ukuran abses dan penghentian total keluarnya nanah. Pada hari-hari berikutnya, gejala klinis berangsur-angsur berkurang, dan kondisi K secara keseluruhan membaik, ditandai dengan kembalinya nafsu makan, perilaku, dan aktivitas normal. Lokasi sayatan yang dijahit sembuh dengan baik dan menyatu mulus dengan kulit di sekitarnya.
Copyrights © 2025