Tenaga kerja memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara, khususnya dalam sektor industri yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Meskipun industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB, terdapat dinamika jumlah tenaga kerja yang diserap oleh industri mikro dan kecil (IMK), dan industri besar (IB). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi pengaruh nilai input, pengeluaran untuk pekerja, dan jumlah perusahaan terhadap penyerapan tenaga kerja IMK dan IB di 33 provinsi di Indonesia tahun 2015-2022 dengan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effects Model (FEM). Ditemukan bahwa secara simultan, nilai input, pengeluaran untuk pekerja, dan jumlah perusahaan secara bersama-sama berpengaruh terhadap tenaga kerja IMK dan IB. Secara parsial, pengeluaran untuk pekerja dan jumlah perusahaan berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangakan nilai input tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja pada IMK dan IB. Pemerintah diharapkan untuk bekerja sama dengan pelaku usaha di sektor industri kecil, menengah, dan besar untuk membuka lapangan pekerjaan untuk mengurangi jumlah pengangguran. Selain itu, pekerja juga perlu terus meningkatkan keterampilan agar lebih menarik bagi perusahaan. Pemerintah juga diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang mendukung dan menguntungkan bagi industri kecil dan menengah, seperti memberikan bantuan tunai atau pinjaman bagi pelaku UMKM agar dapat mengembangkan bisnis yang dijalankan
Copyrights © 2025