Kebiasaan merokok berbahaya bagi kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sekitar 225.700 orang meninggal di Indonesia karena penyakit terkait tembakau atau merokok. Dari data tersebut, semakin banyak remaja yang merokok, baik laki-laki maupun perempuan. Remaja perokok biasanya memulai merokok sejak sekolah menengah pertama (SMP) atau bahkan lebih awal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena peneliti bermaksud mendeskripsikan, mendeskripsikan dan menggambarkan perilaku merokok yang saat ini dilakukan oleh siswa SMP. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur. Studi literatur ini digunakan untuk mengetahui dan menjelaskan mengapa anak yang baru masuk SMP sudah merokok. Setelah data terkumpul, selanjutnya dikaji dan dianalisis. Penelitian kualitatif ini mengumpulkan data melalui metode wawancara semi terstruktur dan observasi. Penelitian ini melibatkan siswa yang aktif merokok di SMPN 2 Mejayan. Penelitian ini menemukan dua tema utama yang menyebabkan siswa merokok, faktor dari dalam dan luar. Faktor dari dalam termasuk pandangan siswa mengenai merokok, pemahaman dan keingintahuan. Siswa SMP yang merokok terus meningkat setiap tahunnya. Lingkungan sosial, sifat, mental, dan gaya hidup adalah beberapa faktor yang bisa mengajak unuk melakukan tindakan merokok, tetapi kawasan keluarga juga dapat mempengaruhi perilaku merokok.
Copyrights © 2025