Latar belakang: Plastik sekali pakai telah menjadi salah satu penyumbang utama pencemaran lingkungan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penggunaan plastik untuk kebutuhan sehari-hari, seperti kantong belanja, sedotan, botol minuman, dan kemasan makanan, telah mengakibatkan peningkatan jumlah sampah plastik sulit terurai. Plastik yang tidak dikelola dengan baik akan berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sungai, bahkan lautan, sehingga mencemari lingkungan, dan merusak ekosistem. Tujuan: Untuk menganalisis dampak kebijakan pengurangan plastik sekali pakai terhadap kesehatan lingkungan, khususnya dalam mengurangi pencemaran plastik dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup Metode: penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada masyarakat untuk mengukur tingkat kesadaran dan perubahan perilaku terkait kebijakan pengurangan plastik sekali pakai. Hasil: Implementasi kebijakan pengurangan plastik sekali pakai berhasil menurunkan jumlah limbah plastik ditemukan di tempat pembuangan akhir dan lingkungan perairan. Data menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat pencemaran plastik dalam kurun waktu tertentu sejak kebijakan diterapkan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pengurangan plastik sekali pakai memiliki dampak positif terhadap kesehatan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, terdapat penurunan pencemaran lingkungan, peningkatan kualitas ekosistem, dan pengurangan risiko kesehatan yang diakibatkan oleh limbah plastik.
Copyrights © 2025