Pengolahan kayu menghasilkan limbah kayu berupa serpihan kayu. Meskipun serpihan ataupun kerikilnya tidak dimanfaatkan secara optimal, limbah ini masih dapat digunakan sebagai briket. Proses produksi berlangsung dalam tungku kosong yang dimodifikasi. Serbuk gergaji yang dihasilkan selama pembakaran dihancurkan menjadi bubuk dan kemudian disaring melalui saringan. Debu kayu yang hangus meluncur melewati ayakan, kemudian diaduk perekat dengan tepung singkong. Bahan dasar ini dibentuk menggunakan cetakan khusus, lalu dikeringkan di bawah pancaran sinar matahari selama 1 hingga 3 hari, bergantung pada keadaan cuaca. Briket arang yang dihasilkan biasanya memiliki karakteristik fisik dan kimiawi yang lebih unggul dibandingkan mutu bahan aslinya. Aktivitas ini membuktikan bahwa pemahaman masyarakat tentang pembuatan briket dari serbuk kayu serta pemanfaatan sumber daya alam telah mengalami peningkatan yang signifikan. Briket tidak hanya sama efektifnya dengan arang, tetapi juga ramah lingkungan, menjadi alternatif potensial untuk menciptakan peluang kerja bagi komunitas.
Copyrights © 2025