Penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai solusi alami untuk masalah laktasi semakin diperhatikan, terutama di daerah pedesaan. Pengetahuan ibu menyusui mengenai ASI eksklusif dan pemanfaatan TOGA untuk mengatasi ASI seret sangat penting untuk keberhasilan menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik demografis dan tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang ASI eksklusif serta penanganan ASI seret menggunakan TOGA di Desa Mesanggok. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan kepada 52 responden. Validitas data diuji menggunakan perangkat SPSS versi 27. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 20-30 tahun (63,46%), diikuti oleh kelompok usia 31-40 tahun (32,70%), dan usia 41-47 tahun (3,84%). Dari segi pendidikan, 9,6% responden memiliki tingkat pendidikan SD, 21,2% SMP, 51,9% SMA, dan 17,3% perguruan tinggi. Tingkat pengetahuan responden tentang ASI eksklusif dan penggunaan TOGA untuk mengatasi ASI seret tergolong baik, dengan 61,54% responden memiliki pengetahuan tinggi, 21,15% sedang, dan 17,31% rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu menyusui memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya ASI eksklusif dan manfaat TOGA dalam penanganan ASI seret. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang praktik kesehatan alami yang aman dan efektif.
Copyrights © 2024