Mayoritas ternak kambing yang diternakkan di Kelurahan Galung adalah kambing kacang dan peranakan etawa dengan kualitas rendah, hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan yang lambat dengan berat badan di bawah standart. Faktor yang menyebabkan rendahnya performa produksi ternak kambing yang ada di wilayah tersebut karena pemberian pakan dengan kualitas rendah terutama saat musim kemarau. Permasalahan yang dihadapi mitra anggota kelompok ternak Tunas Kelapa yaitu pertama: Beternak masih menjadi usaha sampingan; kedua: Performa produksi ternak kambing yang tidak maksimal. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra maka penerapan technofeeding seperti silase dan completefeed dapat menjadi solusi sehingga dapat meningkatkan performa produksi ternak kambing. Pelaksanaan pengabdian menerapkan beberapa metode yaitu survei lokasi pengabdian, penetapan mitra sasaran, pelaksanaan kegiatan pengabdian yang terdiri dari penyuluhan, pelatihan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Pengabdian ini diperoleh hasil yaitu adanya peningkatan persentase pengetahuan mitra mengenai potensi limbah pertanian sebagai bahan pakan ternak 83-92%, persentase pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan silase dan pakan komplit sebanyak 87%. Pengabdian ini secara umum dapat memberikan informasi pada mitra yaitu anggota kelompok tani bahwa limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang bernutrisi tinggi jika diolah menjadi suatu produk teknologi pakan ternak sehingga mampu mendukung peningkatan performa produktivitas ternak serta pendapatan peternak.
Copyrights © 2025