Dalam pelaksanaannya, sebuah proyek konstruksi sering kali dihadapkan dengantantangan untuk memenuhi target waktu yang singkat. Hal tersebut cukup seringditemui pada proyek-proyek pemerintah yang terikat dengan waktu penyelesaian dan serah terima pekerjaan sebelum akhir tahun anggaran, baik secara teknis maupunadministratif untuk keperluan penutupan buku. Terlebih lagi keterlambatan dalamproses perencanaan hingga pelelangan yang tidak bisa diprediksi mengakibatkanpekerjaan harus diselesaikan lebih cepat dari waktu yang direncanakan. Padapenelitian ini dilakukan reduksi terhadap waktu pelaksanaan proyek gedung sekolah,yaitu SDN Werdi Bhuwana dengan harapan reduksi sebesar 20% dari durasirencana. Metode crashing program dengan penambahan waktu kerja atau lembur,dipilih sebagai solusi untuk menganalisis percepatan waktu penyelesaian proyek.Metode ini bertujuan untuk mengurangi durasi proyek dengan cara menambahsumber daya, namun tak jarang hal ini dapat mengakibatkan peningkatan biaya.Proyek pembangunan SDN Werdi Bhuwana dijadwalkan selesai dalam 160 haridengan estimasi biaya sebesar Rp. 2.822.892.553. Hasil penelitian menunjukkanbahwa durasi proyek berhasil dipercepat menjadi 128 hari, namun percepatan inimengakibatkan peningkatan biaya sebesar 179.638.613 sehingga total biaya proyekmenjadi 3.002.531.166 atau meningkat sebesar 6,36%. Pemerintah atau dinas terkaitsebagai pemberi anggaran perlu memperhatikan penambahan nilai ini dalampembuatan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebagai bentuk kompensasi atas reduksiwaktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan.
Copyrights © 2024