Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam mengelola konflik antar guru selama masa transisi penerapan Kurikulum Merdeka di SMP IT An Nisa Dompu. Transisi kurikulum ini membawa perubahan signifikan dalam pola kerja, pendekatan pembelajaran, serta peran guru di dalam kelas. Namun, tidak semua guru memiliki kesiapan dan pemahaman yang sama, sehingga memunculkan konflik internal yang berdampak pada kinerja dan suasana kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan wakil kepala sekolah. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan beberapa strategi manajemen konflik, yaitu melalui komunikasi terbuka, pendekatan personal, pembentukan forum kolaboratif, dan pelatihan internal yang responsif terhadap kebutuhan guru. Strategi tersebut terbukti mampu menurunkan intensitas konflik dan meningkatkan kolaborasi antar guru dalam merancang dan melaksanakan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran sangat penting dalam menciptakan iklim kerja yang adaptif, terutama di tengah perubahan kebijakan pendidikan yang bersifat transformatif.
Copyrights © 2025