Penelitian ini membahas makna penggunaan Instagram dalam kehidupan sehari-hari Generasi Z melalui pendekatan fenomenologi, dengan fokus pada pengalaman subjektif pengguna aktif terhadap media sosial tersebut. Generasi Z yang lahir dan tumbuh di era digital menjadikan Instagram tidak hanya sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga sebagai ruang ekspresi diri, pembentukan identitas, serta interaksi sosial. Studi ini dilakukan melalui metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berperan besar dalam membentuk citra diri, memengaruhi kepercayaan diri melalui validasi digital, dan menciptakan bentuk interaksi sosial baru yang tidak lepas dari simbol digital seperti like dan komentar. Namun, intensitas penggunaan Instagram juga berdampak negatif, seperti munculnya kecemasan sosial, perasaan rendah diri akibat perbandingan sosial, serta ketergantungan emosional yang dapat mengganggu kesehatan mental. Fenomena seperti FOMO (Fear of Missing Out), overthinking, dan tekanan untuk tampil sempurna menjadi isu penting dalam dinamika penggunaan Instagram oleh Generasi Z.
Copyrights © 2025