Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna kata nafs dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik leksikal dan kontekstual guna mengungkap kedalaman makna dan fungsinya dalam wacana Qur’ani. Dengan metode deskriptif kualitatif, penulis menganalisis beberapa ayat Al-Qur’an yang memuat kata nafs, seperti QS. Yusuf \[12]:53, QS. Ar-Ra’d \[13]:11, dan QS. Al-Baqarah \[2]:48. Data diperoleh melalui studi pustaka dari sumber-sumber tafsir kontemporer dan referensi linguistik Arab. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara leksikal, nafs berarti jiwa, roh, diri, atau esensi manusia, sementara secara kontekstual makna nafs berkembang menjadi konsep yang berperan sebagai sumber dorongan perilaku, penentu perubahan nasib, dan entitas yang bertanggung jawab secara individual di hadapan Tuhan. Kesimpulannya, pemaknaan kata nafs tidak cukup hanya berdasarkan kamus, melainkan harus dikaji dalam konteks ayat. Penelitian ini berdampak pada penguatan metode tafsir tematik dan interdisipliner serta menjadi dasar epistemologis dalam memahami konsep manusia dalam Al-Qur’an secara holistik.
Copyrights © 2025