Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi kearifan lokal Suku Batak sebagai media kontekstual dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar, khususnya pada materi kecepatan dan debit. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap berbagai sumber ilmiah dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal seperti sistem irigasi tradisional dan penggunaan perahu di Danau Toba dapat diintegrasikan dalam pembelajaran kecepatan dan debit. Integrasi ini membuat pembelajaran lebih bermakna karena dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta mendukung pelestarian budaya lokal. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar berbasis etnomatematika dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa pada materi kecepatan dan debit
Copyrights © 2025