Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam produksi konten jurnalistik, khususnya dengan menyoroti dua aspek utama: etika komunikasi dan akurasi informasi. Latar belakang studi ini didasarkan pada tren meningkatnya adopsi teknologi AI oleh media daring nasional dalam proses pembuatan berita, yang menawarkan efisiensi dan kecepatan namun sekaligus menimbulkan tantangan etis dan substansial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan redaktur, jurnalis, dan pengembang sistem AI, serta melalui observasi terhadap konten berita yang dihasilkan oleh sistem otomatis di beberapa media nasional yang telah mengimplementasikan teknologi ini. Teknik analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola praktik penggunaan AI, standar akurasi yang diterapkan, serta pemahaman etika yang dipegang oleh para pelaku industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun AI mampu menghasilkan berita secara cepat dan konsisten dalam struktur, konten yang dihasilkan sering kali minim konteks, kurang dalam interpretasi, dan tidak sepenuhnya memenuhi prinsip jurnalistik seperti keberimbangan dan tanggung jawab sosial. Selain itu, isu atribusi dan transparansi penggunaan AI masih menjadi persoalan yang belum teratasi secara menyeluruh. Dari sisi etika, tanggung jawab terhadap isi berita yang dihasilkan AI masih belum jelas, baik dari segi kelembagaan maupun individu. Oleh karena itu, diperlukan regulasi, pedoman etika, dan penguatan peran manusia dalam proses editorial sebagai bentuk pengawasan atas kualitas dan integritas komunikasi publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi AI dalam jurnalisme sangat bergantung pada keseimbangan antara kecanggihan teknologi dan komitmen terhadap nilai-nilai dasar komunikasi etis.
Copyrights © 2025