Artikel ini merupakan studi literatur yang mengkaji hubungan antara konsep hegemoni media dan ilmu bahasa, khususnya melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis/CDA). Dalam era digital, media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk realitas sosial dan ideologi yang mendominasi. Pendekatan CDA memungkinkan pemetaan bagaimana bahasa digunakan sebagai instrumen kekuasaan dalam membingkai wacana publik. Artikel ini bertujuan untuk membangun kerangka konseptual bagi kolaborasi interdisipliner antara kajian media dan linguistik kritis. Temuan dari literatur terdahulu menunjukkan bahwa integrasi antara CDA dan teori hegemoni dapat memperkuat analisis terhadap praktik representasi, dominasi simbolik, dan konsensus ideologis dalam teks media.
Copyrights © 2025