Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi digital yang diterapkan oleh Humas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) dalam merespons fluktuasi jumlah viewers pada platform TikTok. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus deskriptif, penelitian ini mengungkap bagaimana Kemnaker memanfaatkan media sosial, khususnya TikTok, sebagai saluran komunikasi publik yang lebih efektif untuk menjangkau audiens muda, terutama dalam penyampaian informasi terkait ketenagakerjaan. Penelitian ini menemukan bahwa Humas Kemnaker konsisten memproduksi konten edukatif yang dikemas secara visual dan menarik, menggabungkan elemen hiburan dan edukasi (edutainment), serta beradaptasi dengan tren populer untuk meningkatkan jangkauan dan keterlibatan audiens. Tantangan yang dihadapi Kemnaker adalah fluktuasi performa konten yang dipengaruhi oleh cara kerja algoritma TikTok dan kebutuhan untuk menyesuaikan konten dengan tren yang sedang berlangsung. Meskipun telah menerapkan strategi komunikasi berbasis visual dan interaktif, konten yang lebih informatif terkadang memiliki jangkauan yang rendah dibandingkan dengan video ringan yang mengikuti tren. Penelitian ini menyarankan bahwa strategi konten yang lebih adaptif dan berbasis data analitik sangat diperlukan untuk mempertahankan perhatian audiens serta memperbaiki kinerja distribusi konten di TikTok.
Copyrights © 2025