Peranan Roh Kudus dalam doa merupakan landasan ultimat percakapan dengan Allah, karena itu tidak mungkin doa dapat berkenan kepada Allah tanpa prinsip tersebut. Hal inilah yang tidak dipahami oleh kebanyakan orang dan kemudian berdampak pada ketakutan dalam berdoa karena berbagai alasan, misalnya kurang keahlian dalam berkomunikasi dengan Allah karena keterbatasan kata-kata. Untuk mengatasi hal tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah menyelidiki landasan teologis-alkitabiah mengenai peranan Roh Kudus dalam doa sebagai medium percakapan dengan Allah yang dapat mengakomodir semua permohonan orang percaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan melalui analisis teks dan wacana. Hasil penelitian ini adalah: pertama, Roh Kudus memegang peranan penting dalam hidup orang percaya dalam segala aspeknya, termasuk dalam hal berdoa; Kedua, doa merupakan medium percakapan dengan Allah yang dianugerahkan oleh Allah kepada manusia untuk berelasi dengan-Nya; Ketiga, peranan Roh Kudus dalam doa merupakan prinsip mutlak, baik secara alkitabiah maupun teologis, sebab melalui Roh Kudus komunikasi manusia yang terbatas disempurnakan untuk selaras dengan maksud dan kehendak Tuhan. Berdasarkan prinsip itulah semua orang percaya dapat melakukan percakapan dengan Allah menurut kapaditasnya dengan bantuan dan bimbingan Roh Kudus.
Copyrights © 2025