Proses produksi kain sasirangan (batik khas Kalimantan Selatan) akan menghasilkan produk samping yang berupa limbah cair sasirangan (LCS) yang mengandung logam berat, zat warna, serta senyawa organik berbahaya yang sulit terdegradasi secara alami. LCS dapat mencemari lingkungan jika tanpa pengelolaan, menyebabkan pencemaaran air dan tanah serta ancaman kesehatan, termasuk resiko karsinogenik. Penelitian ini mengkaji upaya dalam menjaga lingkungan dari berbagai metode dan hasil yang telah dikembangkan untuk meminimalisir dampak lingkungan oleh LCS. Metode pengelolaan LCS meliputi adsorpsi, filtrasi, fitoremediasi, dan Multi Soil Layering (MSL). Metode adsorpsi menggunakan arang aktif ampas tebu, karbon aktif cangkang sawit, dan abu sekam padi yang telah terbukti efektif menurunkan parameter pencemar seperti COD dan BOD serta logam berat. disisi lain filtrasi dan fitoremediasi menunjukkan hasil yang signifikan dalam menurunkan BOD (80,65%) dan COD (14,99%). Sementara itu, MSL mampu mengurangi BOD (63,89%) dan COD (65,6%). Secara keseluruhan metode yang digunakan tersebut dapat direkomendasikan dalam pengelolaan LCS.
Copyrights © 2025