Meningkatnya kasus bullying di Indonesia yang berasal dari berbagai aspek baik itu verbal, dan non verbal seperti fisik, sosial, serta cyberbullying. Kasus bullying memberikan dampak yang cukup signifikan dalam aspek kehidupan, salah satunya pada aspek perkembangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui bagaimana bentuk-bentuk Bullying di SD Negeri Kelapadua IV, 2) mengetahui bagaimana dampak Bullying pada perkembangan sosial siswa kelas tinggi SD Negeri Kelapadua IV, 3) mengetahui bagaimana peran guru dalam mengatasi dampak Bullying pada perkembangan sosial siswa kelas tinggi SD Negeri Kelapadua IV. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini: 1) Bentuk-bentuk perilaku bullying yang terjadi di SD Negeri Kelapadua IV (1. bullying verbal yaitu mengejek, memanggil nama orang tua, menyebut kekurangan fisik, sikap, dan perilaku, menyuraki teman, dan lain-lain. 2. bullying non verbal (fisik) yaitu mencubit, mendorong, memukul, dan lain-lain), 2) Dampak bullying pada perkembangan sosial siswa kelas tinggi SD Negeri Kelapadua IV yaitu korban menjadi pendiam, mengurangi komunikasi, takut berinteraksi dengan pelaku, merasa tersisihkan, dan menjadi pemurung. 3) Peran guru dalam mengatasi dampak bullying pada perkembangan sosial siswa kelas tinggi SD Negeri Kelapadua IV yaitu dengan menasehati siswa, membuat kesepakatan di kelas, pemberian pujian pada korban, pemberian motivasi dan semangat, memindahkan tempat duduk, mengadakan kegiatan kerja kelompok, mengadakan kegiatan belajar sambil bermain, memberikan pengarahan, mengadakan diskusi antara korban dan pelaku.
Copyrights © 2025