Riset ini didasari oleh minimnya capaian studi peserta didik kelas IV-C SDN Pejagan 1 Bangkalan di subjek bahasan Sains dan Sosial. Dari keseluruhan 22 pelajar, hanya 40% yang meraih skor Batas Ketuntasan Minimum (BKM), sementara 60% sisanya belum mencapai patokan. Di samping itu, arketipe pengajaran yang diterapkan saat ini, seperti Direct Instruction (DI), dinilai kurang Efektivitas model pembelajaran Penemuan terbukti dalam menstimulasi partisipasi aktif dan daya pikir analitis peserta didik. Studi ini berupaya menginvestigasi pengaruh pengaplikasian model pembelajaran Penemuan terhadap luaran belajar Sains siswa. Desain riset yang diaplikasikan ialah pendekatan kuantitatif dengan rancangan prates-postes satu kelompok. Populasi kajian adalah siswa kelas IV-C yang totalnya 22 pelajar, dipilih secara purposive sampling. Perangkat riset berupa soal ujian opsi jamak yang dievaluasi keabsahan dan keandalannya. Informasi dianalisis menggunakan uji-t sampel berpasangan guna mengukur disparitas capaian studi sebelum dan setelah implementasi model Pembelajaran Penemuan. Luaran riset mengindikasikan bahwa skor rerata prates adalah 51,82, sementara postes mengalami peningkatan menjadi 89,09. Skor signifikansi pada uji hipotesis sejumlah 0,000 < 0,05, yang mengimplikasikan arketipe Pembelajaran Penemuan memberikan dampak signifikan terhadap capaian studi pelajar. Riset ini berkonklusi bahwa implementasi model Pembelajaran Penemuan efisien dalam mengoptimalkan capaian studi IPAS siswa kelas IV-C SDN Pejagan 1 Bangkalan.
Copyrights © 2025