Masalah ketimpangan antara desa dan kota mengakibatkan timbulnya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan terbangun pada perkotaan, konsep kawasan agropolitan yang berkelanjutan dapat menjadi solusi masalah kesenjangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur status keberlanjutan kawasan agropolitan yang berada pada Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Metode yang digunakan menggunakan analisis MDS (Multidimensional Scaling) dan analisis leverage, dengan menggunakan lima dimensi yaitu ekologi, ekonomi, sosial, infrastruktur serta hukum dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Agropolitan Sepatan, memiliki status kurang berkelanjutan (42,02%), dimana dimensi sosial, ekonomi, dan ekologi masih kurang berkelanjutan. Selain itu, terdapat 14 atribut sensitif yang harus diutamakan untuk meningkatkan status keberlanjutan. Maka, untuk mengatasi ketimpangan wilayah, peningkatan status keberlanjutan Kawasan Agropolitan Sepatan membutuhkan kebijakan yang terencana terutama pada dimensi ekonomi, sosial dan ekologi. Atribut sensitif yang teridentifikasi pada penelitian ini juga dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan kawasan agropolitan di titik baru di Kabupaten Tangerang.
Copyrights © 2025