Kelahiran aplikasi transportasi online di Indonesia telah menjadi pendorong utama dalam perkembangan digitalisasi, terlihat dari tingginya jumlah pengguna aplikasi ini. Pada akhir tahun 2023, Gojek tercatat telah diunduh oleh 1,3 juta pengguna, mendominasi pasar transportasi online dengan persentase 82% dibandingkan aplikasi lainnya. Meningkatnya jumlah penyedia layanan transportasi online mengharuskan perusahaan untuk berinovasi dalam mempertahankan daya saing, termasuk menjaga kinerja karyawan dan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompensasi, pengalaman kerja, fleksibilitas, dan stres kerja terhadap kinerja driver Gojek. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan teknik analisis data berupa uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menujukkan secara parsial variabel kompensasi ,stres kerja,dan fleksibilitas tempat kerja berpengaruh positif terhadap kinerja driver Gojek. Sedangkan variabel pengalaman kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja driver Gojek. Secara simultan variabel kompensasi, stres kerja, fleksibilitas tempat kerja, dan pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja driver Gojek.
Copyrights © 2025