Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbukaan diri remaja dalam aplikasi Tinder serta strategi mereka dalam mengelola privasi dan membangun kepercayaan dalam interaksi daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif delapan informan yang merupakan pengguna aktif Tinder dari kalangan Generasi Z. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan diri dalam Tinder bersifat selektif, dipengaruhi oleh motivasi penggunaan, tingkat kepercayaan terhadap lawan bicara, serta kesadaran akan risiko privasi. Mayoritas informan berbagi informasi dasar seperti nama, usia, dan minat, tetapi cenderung membatasi informasi sensitif seperti lokasi dan kehidupan pribadi. Studi ini juga menemukan bahwa keterbukaan diri dalam Tinder memiliki dampak beragam terhadap hubungan interpersonal yakni beberapa informan merasakan peningkatan kepercayaan dan kedekatan, sementara yang lain mengalami ketidaknyamanan akibat keterbukaan yang berlebihan. Dengan memahami keterbukaan diri remaja pengguna Tinder, penelitian ini memberikan wawasan baru dalam kajian komunikasi digital serta implikasi praktis bagi pengguna dalam menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan privasi.
Copyrights © 2025