Anak didik pemasyarakatan atau anak yang menjalani masa pidana karena melakukan tindak pidana, tidak dapat disamakan dengan anak lainnya. Latar belakang yang berbeda dan trauma yang dimiliki membuat diperlukannya metode, pendekatan dan cara berkomunikasi khusus. Hal ini termasuk mengenai penerimaan dan penyampaian pesan selama proses pembinaan. Proses adaptasi dan berbagai kegiatan saat berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak dibantu dan diarahkan oleh petugas, wali, pembina dan psikolog. Penelitian ini mengkaji bagaimana interaksi dan pendekatan yang dilakukan petugas, wali, pembina dan psikolog dengan anak didik pemasyarakatan. Metode kualitatif dan pendekatan studi kasus diterapkan dalam penelitian ini dengan mengekplorasi permasalahan, menangkap pengalaman dari aktivitas yang diteliti termasuk perspektif informan yang berbeda dan nantinya berfokus pada bagaimana para informan memaknai sesuatu. Teori interaksi simbolik digunakan pada penelitian ini guna menganalisis dan menjelaskan temuan penelitian. Hasil penelitian menjelaskan interaksi selama pembinaan menghasilkan makna yang memengaruhi tindakan setiap individu di dalamnya dan dihasilkannya model komunikasi interaksional yang terjadi pada proses pembinaan.
Copyrights © 2025