Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengalaman Komunikasi Kesehatan pada Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Syaza Yasmin
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v11i1.3747

Abstract

Setiap anak dan remaja berhak untuk menjalani masa pertumbuhan yang baik dan sehat. Hal ini termasuk pada Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) yang berada dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). “Andikpas” adalah istilah khusus yang diberikan kepada remaja yang melakukan tindak kriminal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengalaman “Andikpas” dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, motif serta pemaknaan terhadap pelayanan kesehatan yang ada di LPKA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode fenomenologi dengan teknik pengumpulan data wawancara pada empat orang “Andikpas”. Hasil penelitian diketahui bahwa adanya “Andikpas” yang melapor kepada petugas dan teman jika mengalami sakit. Namun adanya “Andikpas” yang menahan diri untuk tidak menyampaikan rasa sakit. “Andikpas” tersebut berusaha untuk menyembunyikan rasa sakit dan kendala yang dihadapi. Motif yang mendorong “Andikpas” untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yakni motif kesembuhan diri yang termasuk dalam in order to motives dan motif kepatuhan yang berkaitan dengan because motives. “Andikpas” memaknai pelayanan kesehatan sebagai suatu sarana yang diberikan LPKA dengan tujuan agar “Andikpas” dapat menjalani aktivitas pembinaan dengan baik.
Interaksi dalam Proses Pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Tanjung Pati, Sumatra Barat Syaza Yasmin
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Mutakallimin: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v8i1.18590

Abstract

Anak didik pemasyarakatan atau anak yang menjalani masa pidana karena melakukan tindak pidana, tidak dapat disamakan dengan anak lainnya. Latar belakang yang berbeda dan trauma yang dimiliki membuat diperlukannya metode, pendekatan dan cara berkomunikasi khusus. Hal ini termasuk mengenai penerimaan dan penyampaian pesan selama proses pembinaan. Proses adaptasi dan berbagai kegiatan saat berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak dibantu dan diarahkan oleh petugas, wali, pembina dan psikolog. Penelitian ini mengkaji bagaimana interaksi dan pendekatan yang dilakukan petugas, wali, pembina dan psikolog dengan anak didik pemasyarakatan. Metode kualitatif dan pendekatan studi kasus diterapkan dalam penelitian ini dengan mengekplorasi permasalahan, menangkap pengalaman dari aktivitas yang diteliti termasuk perspektif informan yang berbeda dan nantinya berfokus pada bagaimana para informan memaknai sesuatu. Teori interaksi simbolik digunakan pada penelitian ini guna menganalisis dan menjelaskan temuan penelitian. Hasil penelitian menjelaskan interaksi selama pembinaan menghasilkan makna yang memengaruhi tindakan setiap individu di dalamnya dan dihasilkannya model komunikasi interaksional yang terjadi pada proses pembinaan.
Penguatan Komunikasi dan Modal Sosial di Daerah Penyangga TNKS dengan Metode PRA di Nagari Lubuk Gadang Tenggara, Solok Selatan Yayuk Lestari; Diego Diego; Annisa Anindya; Syaza Yasmin; Novi Elian; Meqorry Yusfi; Primas Emeraldi; Al Hamid Putra; Amelia Ramadhani Adwina; Rashid Muarif Irsyad; Siska Laila Desri
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.8011

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Nagari Persiapan Lubuk Gadang Tenggara, Solok Selatan, yang sebagian besar wilayahnya berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Masyarakat menghadapi persoalan mendasar berupa ketidakjelasan status hukum kawasan, lemahnya kelembagaan lokal, terbatasnya akses terhadap hasil hutan bukan kayu, serta defisit kepercayaan terhadap otoritas konservasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, digunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui pemetaan sosial, diskusi kelompok terarah, dan fasilitasi dialog multipihak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa forum partisipatif mampu mengidentifikasi potensi lokal, memperkuat kebutuhan pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Forum Nagari Konservasi (FNK), serta membuka ruang negosiasi yang lebih adil antara masyarakat dan TNKS. Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi deliberatif dan kemitraan konservasi yang inklusif, agar konservasi tidak hanya melindungi ekosistem tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Edukasi Keamanan Digital bagi Siswa SMK Taruna Padang: Upaya Meningkatkan Literasi dan Pencegahan Kejahatan Siber Diego Diego; Syaza Yasmin; Annisa Anindya; Novi Elian Novi Elian
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 2 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i2.9984

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keamanan digital di kalangan siswa SMK Taruna Kota Padang yang rentan terhadap ancaman kejahatan siber. Rendahnya kesadaran digital di kalangan pelajar mendorong tingginya kasus scamming, phishing, dan pencurian identitas. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Desember 2025 dan diikuti 38 siswa. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, simulasi interaktif, diskusi, serta evaluasi post-test dan kuis. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap modus kejahatan siber dan langkah pencegahannya. Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memperkuat literasi digital generasi muda agar mampu menggunakan internet secara aman, kritis, dan bertanggung jawab.
ADOPSI TEKNOLOGI DIGITAL OLEH LANSIA: HAMBATAN, PEMAKNAAN, DAN AKSES INFORMASI KESEHATAN Syaza Yasmin
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i1.6046

Abstract

This study aims to understand the experiences of older adults in adopting communication technology, particularly the use of smartphones and the internet, to obtain health information. It also examines their level of digital literacy in searching for and filtering health-related information through digital media. The study employs a qualitative approach using phenomenological methods and semi-structured interviews to explore the meanings and interpretations that older adults ascribe to their experiences with communication technology in accessing health information. The findings reveal that older adults strive to adopt and utilize communication technology, with WhatsApp and YouTube serving as their primary sources of health information. However, they encounter several challenges in adopting technology, including intrapersonal barriers (fear of technology), functional barriers (declining vision and motor skills), structural barriers (limited internet access), and interpersonal barriers (lack of social support). Additionally, older adults recognize the challenges of assessing the accuracy and credibility of health information, leading them to rely on family members or healthcare professionals at medical service centers. This study provides valuable insights into the process of technology adoption among older adults and their perception of digital technology as a medium for accessing health information.
Komunikasi Teraupetik: Peluang dan Tantangan Telemedicine dalam Sistem Layanan Kesehatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Sumatera Barat Syaza Yasmin
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i2.36604

Abstract

Layanan kesehatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) berperan penting dalam memenuhi hak dasar anak didik pemasyarakatan, terutama terkait akses perawatan fisik dan mental. Penelitian ini mengeksplorasi praktik layanan kesehatan di LPKA Klas II Tanjung Pati, Sumatera Barat, serta potensi pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung layanan tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan tenaga kesehatan dan Andikpas, observasi, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya tantangan seperti keterbatasan tenaga medis, fasilitas yang minim, kurangnya program kesehatan berkelanjutan, serta hambatan komunikasi. Telemedicine dipandang sebagai solusi inovatif yang dapat memperluas akses, mencatat data kesehatan secara terintegrasi, dan meningkatkan literasi kesehatan. Namun, implementasi teknologi menghadapi kendala seperti infrastruktur yang belum memadai, literasi digital rendah, dan kesulitan komunikasi terapeutik secara virtual. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan, penguatan infrastruktur digital, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan di LPKA.
Perempuan dan Konsumerisme Gaya Hidup Sehat: Beban Wellness Culture dalam Perspektif Komunikasi Kesehatan Syaza Yasmin; Annisa Anindya; Novi Elian; Yayuk Lestari
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 15 No. 1 (2026): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Current health communication practices are changing with the development of social media and digital culture. Health communication not only examines the process of conveying health information but also becomes part of popular culture that is closely linked to aesthetics, consumption, and power relations. This is evident in the concept of wellness culture, which represents health as a healthy lifestyle based on ideal standards and closely related to consumption practices and performance. This study aims to analyze how women interpret health messages in wellness culture, how the body is represented, and how consumerism and power relations operate in contemporary health communication. This study uses a critical paradigm with a qualitative approach. Data collection was conducted through in-depth semi-structured interviews and Focus Group Discussions (FGDs) with women aged 18-30. Data analysis was conducted using feminist health communication theory and standpoint theory. The results show that the meaning of a healthy life for women is private and diverse. Health is not simply understood as physical and mental balance but also refers to lifestyle, self-image, and performance displayed in the digital space. Wellness culture encourages and reinforces visual representations of healthy bodies, with standards that create a performative burden for women to improve and display their bodies and lifestyles in digital spaces. These wellness practices are also closely linked to mechanisms of consumerism, where healthy living practices are linked to the consumption of certain products or services as symbols of identity. Power relations are also found within the wellness industry. This research adds to critical health communication studies and focuses on the interconnectedness of health messages, power, consumerism, and wellness culture. ABSTRAK Praktik komunikasi kesehatan saat ini mengalami perubahan seiring perkembangan media sosial dan budaya digital. Komunikasi kesehatan tidak hanya menilik proses penyampaian informasi kesehatan, namun juga menjadi bagian dari budaya populer yang erat dengan estetika, konsumsi dan relasi kuasa. Hal ini dapat terlihat dari adanya konsep wellness culture yang merepresentasikan kesehatan sebagai gaya hidup sehat yang didasari oleh standar ideal dan berkaitan erat dengan praktik konsumsi performatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perempuan memaknai pesan kesehatan dalam wellness culture, bagaimana tubuh direpresentasikan, bagaimana konsumerisme dan relasi kuasa bekerja dalam komunikasi kesehatan kontemporer. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam semi terstruktur dan Focus Group Discussion (FGD) pada perempuan dalam rentang usia 18 – 30 tahun. Analisis data dilakukan dengan menggunakan feminist health communication theory dan standpoint theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna hidup sehat bagi perempuan bersifat privat dan beragam. Kesehatan tidak sekadar dipahami sebagai keseimbangan fisik dan mental, tetapi juga merujuk pada gaya hidup, citra diri dan performa yang ditampilkan dalam ruang digital. Wellness culture mendorong dan menguatkan representasi tubuh sehat secara visual dengan standar yang menghasilkan beban performatif bagi perempuan untuk memperbaiki dan memperlihatkan kondisi tubuh serta gaya hidup di ruang digital. Praktik wellness ini juga berkaitan erat dengan mekanisme konsumerisme, yakni ketika praktik hidup sehat dilekatkan pada konsumsi produk atau jasa tertentu sebagai simbol identitas. Relasi kuasa juga ditemukan dalam industri wellness. Penelitian ini menambah kajian komunikasi kesehatan kritis dan fokus pada keterkaitan pesan kesehatan, kuasa, konsumerisme dan wellness culture.
CONTENT ANALYSIS ON THE ROLE OF @BUMIJO.ID SOCIAL MEDIA IN RAISING CONSUMER AWARENESS OF ENVIRONMENTAL ISSUES Annisa Anindya; Syaza Yasmin; Novi Elian; Fayrusatul Qolbi; Silis; Yayuk Lestari
Jurnal Ranah Komunikasi Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Ranah Komunikasi (JRK)
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/rk.10.1.30-42.2026

Abstract

The social media account @bumijo.id focuses on education and promoting an environmentally friendly lifestyle. The @Bumijo social media platform has the potential to serve as a campaign medium for environmental awareness. This research aims to analyze the Instagram content of @bumijo.id in building environmental awareness among social media consumers. The content analysis is viewed from the perspective of the social media audience. The study uses a quantitative approach to determine the influence of attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control on the intention to purchase environmentally friendly products offered by Bumijo. Furthermore, a qualitative approach is used to understand the forms of environmentally friendly behavior, the utilization of social media, and the barriers to implementing eco-living. Quantitative data were collected using a questionnaire and analyzed using multiple regression, while qualitative data were obtained through focus group discussions and interviews and analyzed using the data analysis model of reduction, presentation, and conclusion drawing. Attitudes, subjective norms, and perceived control simultaneously influence the intention to purchase eco-friendly products by 22.5%. Literacy regarding eco-living is considered low, with implementation barriers predominantly due to the high cost of products.