Hutan Kota Banda Aceh merupakan salah satu ruang terbuka hijau strategis yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai kawasan konservasi, tetapi juga sebagai ruang edukatif dan destinasi ekowisata perkotaan. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan serta belum optimalnya pemanfaatan hutan kota sebagai sarana edukasi dan wisata berkelanjutan menjadi tantangan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan model edukasi lingkungan berbasis partisipatif yang terintegrasi dengan konsep ekowisata, guna membangun kesadaran ekologis masyarakat sekaligus meningkatkan nilai guna Hutan Kota sebagai ruang belajar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui survei, wawancara, observasi lapangan, pelatihan masyarakat, serta pembuatan media edukatif dan papan informasi di kawasan hutan kota. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, partisipasi, dan sikap positif masyarakat terhadap pelestarian lingkungan serta ketertarikan untuk mengembangkan potensi ekowisata lokal. Selain itu, terbentuknya Kelompok Sadar Wisata dan Lingkungan menjadi indikator awal keberhasilan pemberdayaan berbasis komunitas. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi ruang hijau menjadi ruang belajar tidak hanya memperkuat fungsi ekologis dan sosial Hutan Kota, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan pendidikan lingkungan dan ekonomi kreatif lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2024