Maraknya kasus manipulasi keuangan yang melibatkan kantor-kantor akuntan publik yang terjadi di beberapa negara termasuk di Indonesia telah membuat kepercayaan masyarakat khususnya para pemakai laporan keuangan audit mulai menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keilmuan audit terkait prinsip dan kritik praktik premature sign-off auditor di Kantor Akuntan Publik, dengan tinjauan Konsep Amanah HAMKA serta dinamika yang melingkupinya. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Penggunaan teknik wawancara mendalam, maka peneliti akan memperoleh esensi dari fenomena yang menjadi objek dalam penelitian serta mendapat pemahaman akan fenomena tersebut dari pelaku/informan yang terlibat langsung didalam fenomena terkait. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kritis Amanah HAMKA untuk menyederhanakan data agar lebih terstruktur dan bermakna. Data dianalisis sesuai teori Miles dan Huberman melalui tiga langkah: reduksi data, display data, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini menemukan bahwa manajer sebagai aktor utama memiliki pengaruh besar dalam mendorong tim auditor untuk mencapai target secara cepat, sementara klien juga turut berkontribusi dengan keterlambatan dokumen. Kritik amanah HAMKA terhadap audit premature sign-off menawarkan pendekatan teoretis untuk memperkuat etika dan akuntabilitas auditor melalui integrasi nilai-nilai moral dan profesional. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi auditor di masa depan..
Copyrights © 2025