Titik Agus Setiyaningsih
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PRAKTIK AUDIT PREMATURE SIGN-OFF: PERSPEKTIF KRITIS AMANAH HAMKA Mujahid El Islamy; M. Irfan Tarmizi; Titik Agus Setiyaningsih
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 3 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v8i3.14378

Abstract

Maraknya kasus manipulasi keuangan yang melibatkan kantor-kantor akuntan publik yang terjadi di beberapa negara termasuk di Indonesia telah membuat kepercayaan masyarakat khususnya para pemakai laporan keuangan audit mulai menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keilmuan audit terkait prinsip dan kritik praktik premature sign-off auditor di Kantor Akuntan Publik, dengan tinjauan Konsep Amanah HAMKA serta dinamika yang melingkupinya. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Penggunaan teknik wawancara mendalam, maka peneliti akan memperoleh esensi dari fenomena yang menjadi objek dalam penelitian serta mendapat pemahaman akan fenomena tersebut dari pelaku/informan yang terlibat langsung didalam fenomena terkait. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kritis Amanah HAMKA untuk menyederhanakan data agar lebih terstruktur dan bermakna. Data dianalisis sesuai teori Miles dan Huberman melalui tiga langkah: reduksi data, display data, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini menemukan bahwa manajer sebagai aktor utama memiliki pengaruh besar dalam mendorong tim auditor untuk mencapai target secara cepat, sementara klien juga turut berkontribusi dengan keterlambatan dokumen. Kritik amanah HAMKA terhadap audit premature sign-off menawarkan pendekatan teoretis untuk memperkuat etika dan akuntabilitas auditor melalui integrasi nilai-nilai moral dan profesional. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi auditor di masa depan..
SOSIALISASI LITERASI KEUANGAN DAN PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN PADA ORGANISASI 'AISYIYAH Siti Hartinah; Titik Agus Setiyaningsih; Djoni Gunanto
Media Resonansi Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2025): Media Resonansi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Taksasila Edukasi Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa, baik sebagai individu, istri, ibu, maupun warga negara yang bertanggung jawab dalam mendidik generasi penerus. Salah satu aspek penting untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan adalah pemahaman literasi keuangan. Literasi keuangan yang baik memungkinkan perempuan mengelola dan mengalokasikan pendapatan secara tepat sehingga menunjang kesejahteraan hidup. Otoritas Jasa Keuangan mendefinisikan literasi keuangan sebagai proses peningkatan pengetahuan, keyakinan, dan keterampilan dalam mengelola keuangan. Peningkatan literasi keuangan pada perempuan berdampak luas terhadap penguatan ekonomi keluarga dan perekonomian nasional. Selain itu, literasi keuangan mendorong perempuan mengembangkan kemampuan pengelolaan keuangan keluarga dan organisasi, serta berperan aktif sebagai pelaku usaha, khususnya dalam sektor UMKM.Kata kunci : Literasi Keuangan, Perempuan, Kewirausahaan, Perencanaan Keuangan, Organisasi
MANAGERIAL PERFORMANCE OF SHARIA ENTITIES: ROLE OF CORPORATE GOVERNANCE AND SHARIA COMPLIANCE WITH INFORMATION TECHNOLOGY Shalsabilah Putri Soesanto; Titik Agus Setiyaningsih
JURNAL PROFIT Vol 10, No 1 (2026): Economic And Investment
Publisher : Nurul Jadid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/profit.v10i1.14080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tata kelola perusahaan yang baik dan kepatuhan syariah terhadap kinerja manajerial di entitas syariah dengan teknologi informasi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang didistribusikan kepada karyawan Bank Syariah Indonesia yang beroperasi di wilayah Tangerang Selatan. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (PLS-SEM) berbasis Partial Least Squares dengan aplikasi SmartPLS versi 4.0 untuk menguji hubungan langsung dan moderasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola perusahaan yang baik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial, namun kepatuhan syariah terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Lebih lanjut, teknologi informasi terbukti mampu memoderasi secara signifikan pengaruh tata kelola perusahaan yang baik terhadap kinerja manajerial, menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi yang baik dapat memperkuat efektivitas tata kelola perusahaan. Namun, teknologi informasi tidak terbukti memoderasi secara signifikan pengaruh kepatuhan syariah terhadap kinerja manajerial. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kepatuhan syariah penting dalam operasional entitas syariah, peningkatan kinerja manajerial lebih dipengaruhi oleh integrasi tata kelola perusahaan dan dukungan sistem teknologi informasi yang memadai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan manajemen dan tata kelola entitas syariah di era digital.
Greed as Organizational DNA: External Auditor's Perceptions Aulia Zahra Putriani; Titik Agus Setiyaningsih
Journal of Accounting Science Vol. 10 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jas.v10i1.2084

Abstract

General Background: Organisational misconduct is not only caused by individual errors, but also by patterns of behaviour that develop internally. Greed is one such pattern and gradually shapes the organisation's mindset and decision-making. Specific Background: During audits, external auditors often encounter clients who exhibit repetitive decision-making patterns and ingrained organisational routines. From the auditor's perspective, these patterns indicate greed that has been internalised in the organisation's systems and operational practices. This condition shapes the character of the organisation, reflected in shared norms, values, and procedural frameworks that guide decision-making processes, information flows, and managerial motivation. Knowledge Gap: Several studies using quantitative or qualitative approaches have addressed greed. However, studies linking greed to the concept of organisational DNA and viewing it from the perspective of external auditors as a phenomenological lens are still rare. Method: To explore how auditors understand greed in organisational DNA, this study adopts a qualitative approach and Alfred Schutz's social phenomenology as its methodological framework. Results: The results show that auditors often identify patterns of greed from interactions with clients, financial reports, decision-making processes, and management responses. This greed develops from repeated decisions and justifications until it eventually becomes part of the client's organisational DNA. Novelty: This study uses the auditor's experience as a lens to understand greed as part of the client's organisational DNA and combines the Organisational DNA framework with Schutz's phenomenology. Implications: These findings help auditors and regulators become more sensitive to client behaviour patterns and encourage audits that focus not only on numbers, but also on the behaviour, culture, and character of the organisation.