Proses komersialisasi paten akademik dapat menghadapi berbagai kendala yang berasal dari beragam faktor, termasuk motivasi dan tingkat pengetahuan inventor. Selain itu, Technology Transfer Office (TTO) memiliki peran krusial dalam mengelola komersialisasi paten akademik dengan menjembatani hubungan antara akademisi dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi dan pengetahuan terhadap intensi inventor di Universitas Indonesia dalam mengomersialisasikan paten, dengan mempertimbangkan peran TTO sebagai variabel moderasi. Metode penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner dengan pertanyaan tertutup dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 71 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan perangkat lunak Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap intensi komersialisasi paten, dengan nilai original sample 0.368, t-statistics 3.618 dan p-value 0.000. Pengetahuan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi komersialisasi paten, dengan nilai original sample 0.437, t-statistics 3.384 dan p-value 0.000. Selain itu, peran TTO terbukti memoderasi positif (memperkuat) dan signifikan hubungan antara motivasi dan intensi komersialisasi paten dengan nilai original sample 0.238, t-statistics 2.925 dan p-value 0.002. Sedangkan, peran TTO terbukti memoderasi positif (memperkuat) tetapi tidak signifikan dalam hubungan antara pengetahuan dan intensi komersialisasi paten, dengan nilai original sample 0.027, t-statistics 0.298, dan p-value 0.383.
Copyrights © 2025