Penelitian ini meneliti pengaruh pengalaman, kompetensi, dan independensi auditor terhadap kemampuan mendeteksi kecurangan, dengan skeptisisme profesional sebagai variabel perantara. Fokus utama penelitian adalah deteksi kecurangan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yang rentan terhadap praktik fraud. Metode penelitian menggunakan survei dan analisis statistik untuk menguji sepuluh hipotesis mengenai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi auditor secara langsung berpengaruh terhadap kemampuan mendeteksi kecurangan, dengan skeptisisme profesional sebagai faktor perantara yang signifikan. Namun, pengalaman dan independensi auditor tidak memiliki dampak langsung terhadap deteksi kecurangan, meskipun pengalaman mempengaruhi skeptisisme profesional. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi dan skeptisisme profesional auditor dalam mendeteksi fraud. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan serta pemanfaatan teknologi guna meningkatkan efektivitas auditor. Rekomendasi penelitian mencakup peningkatan program pelatihan kompetensi, evaluasi berkala, serta integrasi teknologi dalam sistem audit. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat deteksi kecurangan di sektor perbankan, khususnya di BPR.
Copyrights © 2025