Industri energi sangat bergantung pada peralatan dan komponen teknis impor, menjadikan pengadaan sebagai proses krusial untuk keberlanjutan operasional. Namun, pengadaan lintas negara menghadapi tantangan seperti regulasi bea cukai, risiko logistik, fluktuasi nilai tukar, dan keterbatasan vendor, yang dapat menyebabkan keterlambatan dan pembengkakan biaya. Studi ini menganalisis efektivitas strategi pengadaan impor di sektor energi melalui tinjauan literatur. Temuan utama menunjukkan bahwa efektivitas diukur melalui kecepatan proses, efisiensi biaya, kepatuhan teknis, dan hubungan dengan vendor. Strategi seperti e-procurement, integrasi ERP, evaluasi vendor berbasis kinerja, dan kontrak mitigasi risiko meningkatkan ketahanan dan efisiensi. Studi ini memberikan panduan praktis untuk pengembangan strategi pengadaan yang tangguh.
Copyrights © 2025