Transformasi digital telah mengubah praktik akuntansi pertanggungjawaban secara fundamental, menuntut organisasi untuk menyesuaikan desain, implementasi, dan evaluasi sistem pengendalian kinerja secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang dalam penerapan responsibility accounting di era digital melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknologi seperti Enterprise Resource Planning (ERP), Business Intelligence (BI), kecerdasan buatan, dan blockchain memungkinkan peningkatan efisiensi, transparansi, dan ketepatan pengambilan keputusan. Namun demikian, organisasi juga menghadapi kendala seperti kesenjangan keterampilan digital, integrasi sistem yang kompleks, risiko keamanan siber, serta resistensi terhadap perubahan. Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja akuntansi pertanggungjawaban digital yang mencakup integrasi data, otomasi cerdas, visualisasi kinerja, akuntabilitas kolaboratif, dan adaptasi berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual yang penting bagi pengembangan sistem akuntansi pertanggungjawaban yang adaptif terhadap disrupsi digital serta relevan bagi pengambil kebijakan, praktisi, dan akademisi dalam menyusun strategi manajemen berbasis teknologi.
Copyrights © 2025