Salah satu buah yang memberikan nilai ekonomis tinggi bagi petani buah adalah Durian (Durio zibethinus Murr) , namun di Indonesia masih sedikit buah durian lokal yang bermutu tinggi yang dijual dipasaran. Desa Mandiangin Barat merupakan salah satu sentra buah durian yang ada di Kecamatan Karang Intan, selain desa Biih, Sungai Alang, Mali-Mali dan Padang Panjang, namun berdasarkan pengamatan penulis sebagian besar pohon durian tersebut di hasilkan dari biji yang dulunya di tanam kakek-nenek mereka. Sehingga usia tanaman yang ada kebanyakan sudah tua. Meskipun Durian sebagai tanaman andalan bagi warga ini, upaya peremajaan yang dilakukan petani setempat sedikit sekali, menggunakan bibit yang berasal dari biji yang mereka peroleh dari sisa biji tanaman yang ada. Hal ini mengakibatkan beberapa kelemahan yaitu selain kualitas genetiknya menurun, juga memerlukan waktu yang lama untuk berbuah. Oleh karena itu perlu cara perbanyakan durian yang dapat menghasilkan bibit varietas unggul untuk menghasilkan produksi tinggi. Keterbatasan pengetahuan dan ekonomi tidak memungkinkan warga masyarakat disini melakukan peremajaan tanaman dengan membeli bibit durian yang berkualitas, baik yang berasal dari Okulasi.Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan harapan petani yang ada di wilayah RT.02 Desa Mandiangin Barat mau dan mampu meremajakan tanaman durian dengan menggunakan bibit yang bermutu sehingga berdampak positif bagi ekonomi dan kelestarian buah durian.Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan ini meliputi : pree-test dan Post-test, presentasi, tanya-jawab, demontrasi, pemantauan dan pembinaan terhadap khalayak sasaran. Hasil kegiatan ini menunjukkan antusias, kepuasan dan keaktifan yang tinggi serta terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani sebesar 38,7 %, Kata Kunci : Pemberdayaan, Petani Buah, Okulasi Durian
Copyrights © 2025