JURNAL MAHASISWA BK AN-NUR : BERBEDA, BERMAKNA, MULIA
Vol 10, No 1 (2024)

ANALISIS FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 0 – 59 BULAN DI JAKARTA SELATAN TAHUN 2022

Mega Damayanti Putri (Sekolah Pasca Sarjana Universitas Prof DR. Hamka, Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat)
Retno Mardhiati (Sekolah Pasca Sarjana Universitas Prof DR. Hamka, Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat)
Helda Khusun (Sekolah Pasca Sarjana Universitas Prof DR. Hamka, Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat)



Article Info

Publish Date
12 Jan 2024

Abstract

Masalah Gizi terutama stunting masih menjadi isu prioritas nasional karena dampak terhadap kualitas generasi yang akan datang. Kota Jakarta Selatan merupakan kota megapolitan dimana akses pelayanan kesehatan, akses ketersediaan pangan yang mudah dan tingkat pendapatan yang berada pada kelompok masyarakat dari golongan menengah sebesar 40 % dengan kategori kesejahteraan sosial yang sudah lebih baik. Persentase penduduk miskin di Kota Jakarta Selatan di tahun 2021 sebesar 3,56%, akan tetapi ternyata masih banyak terjadi kasus balita stunting di Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil Grebek Stunting Jakarta Selatan tahun 2022 didapatkan jumlah balita stunting sebanyak 649 balita. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan yang berhubungan dan yang paling dominan dengan kejadian stunting pada anak usia 0-59 bulan di Jakarta Selatan. Metode penelitian observasional analitik dengan desain Cross Sectional Study. Sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yaitu dengan jumlah sampel 1185 balita stunting dan tidak stunting menggunakan data sekunder dari kegiatan Grebek Stunting Jakarta Selatan tahun 2022 dengan analisis uji chi square dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel riwayat panjang lahir balita, status ekonomi, tingkat kecukupan energi, protein, lemak, dan  karbohidrat, pengetahuan ibu tentang cara pengolahan makanan yang baik dan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian stunting (P-value≤0,05). Variabel yang paling dominan terhadap kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan di Jakarta Selatan adalah Riwayat Panjang Badan Lahir Balita dengan nilai OR = 2,211, artinya balita yang memiliki riwayat panjang badan lahir kurang berpeluang 2,2 kali lebih besar untuk mengalami stunting. Kondisi panjang badan saat lahir berpengaruh terhadap resiko stunting pada balita, hal ini juga berkaitan dengan kondisi ibu saat hamil. Semakin baik kondisi kesehatan dan status gizi saat ibu hamil akan mengurangi resiko stunting pada balita.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

AN-NUR

Publisher

Subject

Education Social Sciences Other

Description

Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia ini menyediakan akses terbuka yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global ...