Kemajuan teknologi di lingkungan kerja memberikan dampak signifikan terhadap pola kerja dan adaptasi aparatur sipil negara (ASN), khususnya Generasi X. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana persepsi ASN Generasi X di Kementerian Koordinator Pembangunan Strategis Nasional (nama disamarkan untuk keperluan penelitian) terhadap kemajuan teknologi, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab technostress, serta mengeksplorasi strategi adaptasi yang diterapkan untuk mengatasinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologis, untuk memahami secara mendalam pengalaman, persepsi, dan makna yang dibentuk ASN Generasi X dalam menghadapi perubahan teknologi di lingkungan kerja. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 16 partisipan observasi, dan dokumentasi serta dianalisis secara tematik menggunakan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan teknologi di lingkungan kerja ASN Generasi X di Kementerian Koordinator Pembangunan Strategis Nasional Republik Indonesia memiliki dampak positif dan negatif. Di satu sisi, teknologi meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas kerja, namun di sisi lain, juga menyebabkan technostress akibat infrastruktur yang kurang andal, kompleksitas sistem, kurangnya sosialisasi dan pelatihan, serta perubahan teknologi yang terlalu cepat. ASN Generasi X mengatasi technostress dengan berbagai strategi, seperti kolaborasi dengan rekan kerja, sosialisasi dan pelatihan, pembelajaran mandiri, permintaan SOP yang jelas, serta dukungan dari atasan dan pengembang teknologi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif untuk mengelola technostress dan mendukung transformasi digital yang lebih efektif di lingkungan ASN Kementerian KPSN.
Copyrights © 2025