Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Technostress pada ASN Generasi X: Sebuah Studi Fenomenologi Sureni, Sri; A, Mone Stepanus
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i6.4106

Abstract

Kemajuan teknologi di lingkungan kerja memberikan dampak signifikan terhadap pola kerja dan adaptasi aparatur sipil negara (ASN), khususnya Generasi X. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana persepsi ASN Generasi X di Kementerian Koordinator Pembangunan Strategis Nasional (nama disamarkan untuk keperluan penelitian) terhadap kemajuan teknologi, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab technostress, serta mengeksplorasi strategi adaptasi yang diterapkan untuk mengatasinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologis, untuk memahami secara mendalam pengalaman, persepsi, dan makna yang dibentuk ASN Generasi X dalam menghadapi perubahan teknologi di lingkungan kerja. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 16 partisipan observasi, dan dokumentasi serta dianalisis secara tematik menggunakan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan teknologi di lingkungan kerja ASN Generasi X di Kementerian Koordinator Pembangunan Strategis Nasional Republik Indonesia memiliki dampak positif dan negatif. Di satu sisi, teknologi meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas kerja, namun di sisi lain, juga menyebabkan technostress akibat infrastruktur yang kurang andal, kompleksitas sistem, kurangnya sosialisasi dan pelatihan, serta perubahan teknologi yang terlalu cepat. ASN Generasi X mengatasi technostress dengan berbagai strategi, seperti kolaborasi dengan rekan kerja, sosialisasi dan pelatihan, pembelajaran mandiri, permintaan SOP yang jelas, serta dukungan dari atasan dan pengembang teknologi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif untuk mengelola technostress dan mendukung transformasi digital yang lebih efektif di lingkungan ASN Kementerian KPSN.
Persepsi Pegawai Terhadap Perubahan Budaya Kerja: Studi Kasus Transformasi Internal Kementerian Kesehatan Melalui Pendekatan Laddering Interview dan Hierarchical Value Mapping Hasmi, Bluma Naila; A, Mone Stepanus
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i10.4965

Abstract

Transformasi internal organisasi sektor publik memerlukan perubahan fundamental dalam budaya kerja untuk mencapai efektivitas dan daya saing di era digital. Kementerian Kesehatan Indonesia melakukan upaya transformasi internal yang menjadikan perubahan budaya kerja sebagai salah satu akselerasi utama, namun persepsi pegawai terhadap perubahan tersebut belum dipahami secara mendalam. Studi ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pegawai terhadap perubahan budaya kerja Kementerian Kesehatan sejak peluncuran program perubahan budaya kerja pada Bulan Februari Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, melalui wawancara dengan 22 narasumber pegawai aktif di Kantor Pusat Kementerian Kesehatan dengan pendekatan purposive sampling. Teknik laddering interview dilakukan untuk menggali tujuan dan nilai-nilai yang mendasari persepsi pegawai. Lebih lanjut, teknik laddering interview dapat membantu mengidentifikasi nilai-nilai personal melalui hubungan antara atribut budaya kerja dan konsekuensi yang dirasakan. Nilai-nilai dari laddering interview selanjutnya ditransformasikan dalam Hierarchical Value Map (HVM) yang disajikan dalam bentuk representasi grafis melalui hasil means-end chain analysis dengan menggunakan tingkat cut-off empat. HVM menyajikan gambaran tentang nilai-nilai yang mencerminkan preferensi pegawai. Hasil penelitian ini menunjukkan sembilan nilai utama sebagai elemen kunci dalam proses perubahan budaya kerja menurut persepsi pegawai. Nilai-nilai tersebut adalah nilai motivasi, work life balance, sehat dan produktif, kinerja optimal, efektivitas pengambilan keputusan, kolaborasi, inovasi, keadilan, dan penilaian objektif. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi evaluasi efektivitas program perubahan budaya kerja, serta menawarkan dasar bagi perumusan strategi pengembangan nilai dan atribut organisasi ke depan, agar transformasi internal dapat berlangsung lebih inklusif dan berkelanjutan.