Masalah jerawat merupakan gangguan kulit yang umum dialami remaja dan dipengaruhi oleh faktor hormonal, stres, pola makan, serta kondisi mikrobiota usus. Kombucha, minuman hasil fermentasi teh yang mengandung probiotik, antioksidan, dan asam organik, diyakini berpotensi meningkatkan kesehatan usus dan memberikan dampak positif terhadap kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kombucha terhadap keparahan jerawat pada remaja. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dan kelompok kontrol. Sebanyak 200 remaja usia 15–18 tahun dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi (n = 100) yang mengonsumsi 150 ml kombucha setiap hari selama enam minggu, dan kelompok kontrol (n = 100) yang hanya menerima perawatan kulit standar. Keparahan jerawat diukur menggunakan Global Acne Grading System (GAGS) sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas (Shapiro-Wilk) menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p < 0,05), sehingga digunakan uji non-parametrik. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan penurunan signifikan skor GAGS pada kelompok intervensi dari median 18 menjadi 10 (p < 0,001). Kelompok kontrol mengalami penurunan tidak signifikan dari median 18 menjadi 17 (p = 0,081). Uji Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p < 0,001). Selain itu, 76% peserta kelompok intervensi melaporkan perbaikan subjektif kondisi kulit. Kombucha terbukti efektif mengurangi keparahan jerawat ringan hingga sedang pada remaja dan berpotensi sebagai terapi komplementer alami dalam perawatan kulit berjerawat.
Copyrights © 2025